Kiamat UNAND
October 7, 2006 by rebornsonny
Tampaknya emang gak ada yang dapat kubanggakan dari Unand..
Kemarin aku menemukan tabloid Genta Andalas edisi terbaru. Kesan pertama: luar biasa! Ukurannya sudah seukuran tabloid dari yang dulu cuman seukuran kertas A4. Jumlah halamannya lebih banyak dan desainnya lebih baik. Desain covernya lumayan bagus. Mutu tulisannya lebih baik.
Tapi ketika kuteliti satu per satu nama yang duduk di Dewan Redaksi, keningku langsung berkerut. Memang sih aku sudah lama gak aktif di Genta, dan dulupun emang cuman 6 bulan aku betah di Genta, tapi kok namanya begitu asing. Setelah melihat halaman demi halaman aku baru sadar bahwa tidak hanya tulisan tulisannya saja yang didominasi para dosen, bahkan teknis penerbitannya. Alamat redaksinya gak di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa lagi, tapi pindah ke Gedung Rektorat. Lantai 4 lagi. Kiamat dech !
Terlepas dari urusan mutu tulisan mereka yang dimuat di Genta, pertama yang terpikir olehku apa gak malu para dosen itu ngerjain "mainan" kayak Tabloid Genta itu. Apa porsinya mereka bukannya meneliti dan nerbitin jurnal ilmiah. Apa mereka gak takut diketawain orangorang kampus lain. Atau imingiming menjadikan Genta Andalas sebagai lahan proyek (baca: mesin uang pribadi) berikutnya lebih menggiurkan ketimbang urusan dimana menarok muka. (Janganjangan gak punya muka tuh para dosen. Pantat semua ngkali !)
Dimanamana penerbitan sekelas Genta Andalas itu porsinya mahasiswa. Labelnya jelas : independen. Walaupun secara keuangan masih harus disubsidi oleh pihak rektorat, tapi tetap saja independensi redaksional tidak bisa diintervensi oleh siapa pun. Kalaupun Genta ingin dipandang secara ekonomis, pandanglah secara proporsional. Sudah tentu penerbitan kampus yang masih prematur tidak bisa dijadikan profit centre atau mandiri secara keuangan. Konsumen pembacanya mahasiswa yang punya reading habit yang rendah atau terkadang anti-sosial, masih ABG atau murni pergi pulang kampus cuman untuk masuk ruang kuliah, mana peduli dengan isuisu yang dimuat di Genta. Pandanglah Genta sebagai investasi jangka panjang, tempat mendidik para mahasiswa untuk tetap menjaga kritisisme. Atau mungkin karena telinga mereka gak cukup tahan mendengar kritik lantas Genta dikudeta. Bagaimana mungkin gak punya muka tapi punya telinga ? Pantat semua ngkali !
Masalah rendahnya mutu tulisan, jeleknya desain grafisnya, terlambatnya penerbitan tidak lantas bisa dijadikan alasan untuk meng-kudeta porsinya mahasiswa menjadi porsinya dosen. Dosen cukup lah jadi pembimbing soal tulis menulis, menjadi tempat curhat, dan kadangkadang dibutuhkan untuk memangkas birokrasi kampus yang berbelitbelit. Itu porsi dosen seharusnya. Nah kenyataaannya… ketika Genta ditangani sepenuhnya oleh mahasiswa, namanama dosen yang tertera dalam setiap terbitan sebagai penasehat gak pernah tampak batang hidungnya di kantor redaksi. Pantat semua ngkali !
Emang sih masih ada mahasiswa yang dilibatkan. Tapi fungsinya lebih sebagai kacung ketimbang otak dibalik penerbitan itu. Mengenaskan sekali mahasiswa terjajah di teritorinya sendiri.
Para dosen yang menulis di Genta itu kebanyakan lulusan luar negeri lagi. Apa gak berkembang alam pikiran mereka melihat negeri orang yang maju? Apa pergaulannya hanya sesama orang Indonesia saja atau sesama orang dari negeri dunia ketiga saja? Apa logat Inggris-nya Inggris beneran atau janganjangan dapatnya bahasa Inggris berlogat India #-O Atau janganjangan garagara ketiban inferiority complex manusia daerah bekas jajahan, gak punya muka bergaul dengan masyarakat ilmiah Barat. Pantat semua ngkali !
Udah dech.. Jadi nambah dosa aja ngomongin orangorang konyol sedunia tuh. Semalu-malunya Taufiq Ismail jadi orang Indonesia, aku lebih malu lagi jadi mahasiswa Unand. Kampret !
——————————————————-
Assalamu alaikum Wr.Wb
Da Sonny yang baik,
Senang sekali rasanya membaca blog yang uda tulis khusus mengulas tentang organisasi pers mahasiswa yang sama-sama kita berproses untuk belajar. Mengutip kata-kata bang feb: “kita adalah si bodoh yang selalu ingin belajar”.
Cuma…ada hal-hal yang harus kita luruskan di sini. Maaf, karena ternyata, kami, baru membaca keluhan dan “kritikan” (walaupun esensinya bukan untuk GENTA ANDALAS).
Maksud kami, setelah membaca posting da sonny, kami rasa yang uda maksud bukanlah GENTA ANDALAS.
Mengapa?
Alasannya:
1. GENTA ANDALAS TIDAK PERNAH beralamat redaksi atau pindah atau berkantor atau apalah….di REKTORAT. Sekali lagi ditegaskan, sejak tahun 2002, GENTA ANDALAS tidak pernah meninggalkan PUSAT KEGIATAN MAHASISWA lantai II. Sekali lagi, TIDAK PERNAH.
2. Yang uda baca (kalau uda masih menyimpan arsipnya, tolong diteliti nama tabloidnya, karena kami YAKIN, itu adalah “GEMA ANDALAS” yang merupakan tabloid HUMAS REKTORAT, yang memang dihandle oleh REKTORAT dan DOSEN. GEMA ANDALAS memang merupakan media publikasi ilmiah yang diisi oleh para dosen.
3. alhamdulillah sampai hari ini kami masih membiayai penerbitan kami sendiri melalui iklan dan kerjasama dengan berbagai pihak (sedikit pihak rektorat, itupun pengadaan barang).
Sedikit konfirmasi kepada bang feb, da wir, da sonny, juga kepada alumni2 GENTA ANDALAS yang terhormat,
kita tidak pernah mimilih jalur “BERMESRAAN” dengan rektorat. Nyatanya, sampai sekarang, dana kami tertahan sejak 2007, bahkan dana-dana kegiatan yang sering “lenyap” sesampai di kantor PR3.
Jadi, mohon, kepada uda-uda atau alumni yang terhormat, jangan langsung menuduh, kalau belum tahu kepastiannya. Kami merasa malu, ketika posting atau coretan uda-uda tentang genta andalas, yang ternyata tidak sesuai dengan kenyataan, dibaca oleh pers mahasiswa yang lain. Toh, kembali lagi, kita sama-sama pernah mendiami rumah “belajar” ini. Kenapa uda-uda tidak memberikan solusi daripada hanya menuduh?
Maaf, mungkin agak basi, tapi nyatanya, kami baru membaca tulisan tentang uda-uda alumni yang terhormat.
Doakan saja, segala tuduhan ataupun kekhawatiran uda-uda yang terhormat, tidak akan…TIDAK AKAN pernah terjadi. Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan, masukan, kritikan, untuk kami, generasi yang kini meneruskan perjuangan di pers mahasiswa ini yang juga telah “kedatangan” generasi baru, agar kita tetap menjadi MEDIA PEDULI BANGSA, DAMAI, DAN BERMORAL.
Salam Pers Mahasiswa,
Wassalamu alaikum, Wr.Wb
Assalamualaikum WrWb.
Selamat siang, Sony!
(apakah ini sony yang pernah saya kenal dulu?)
Wah, ada apa dengan genta andalas?
zaman sudah berubah. aktor2 pun sudah berubah. kalau genta andalas berubah, saya pun menilai tidak ada masalah…
Nah, tinggal sekarang, semangat perubahan apa yang akan adik2 giring?
Saya memang sudah lama menghilang dari peredaran. baik di dunia aktivis, politik, maupun pers. sekarang saya sedang bertapa di luar daerah, memilih pengabdian sebagai seorang guru di salah satu perguruan tinggi di daerah terpencil, di sumatera barat.
sekali waktu saya pernah singgah di PKM, di redaksi genta andalas, hanya satu orang yang masih mengenal saya, dan saya pun mengenal dia, yaitu cosma.
walau terkesan ber-romantika, saya masih punya kerinduan pada aktivitas genta andalas.
jika ada yang ingin mengontak saya, please di 081266068228.
setiap kamis, jumat dan sabtu di nongkrong di Pascasarja Unand di jurusan Linguistik. saya bersedia ngumpul2 dengan adik2 jika ada diskusi atau pelatihan. please contact me.
Wasssalumalaikum WrWb.
Budi Fitra Helmi
Ketua Umum UKPM Genta Andalas 1998-2002
Pernah beraktifitas di Tabloid Genta Andalas sebagai Pemimpin Redaksi, Pemimpin Umum, Dewan Redaksi.
Uda sony yang teramat sangat saya hormati,,
secara pribadi, siapa pun anda…yang pasti saya masih sedikit senang ternyata anda masih peduli pada Genta Andalas..
Namun benar adanya, cobalah uda sonny untuk melatih ketelitian uda sonny terlebih dahulu,,,uda sonny sepertinya belum bisa membedakan antara huruf N dan M tanpa huruf T sesudahnya.
Yang uda sonny maksud saya yakin Se-persen yang paling besar di dunia- bahwa Tabloid tersebut adalah GEMA ANDALAS terbitanh humas rektorat.
benar apa yg disampaikan saudara kita di atas,,,andai Lembaga Pers Universitas lain membaca nya betama malunya kami(mungkin uda sonny juga, entah iya ataw enggak)…padahal posting uda sonny ini adalah sebuah kekilafan yang (kalo saya jadi Uda sonny saya menjadi malu sendiri),,,UDA SONNY pun juga berdosa pada rektorat yang mana saat ini dan saat uda sonny memposting tulisan ini 7 oktober 2006 yang menjadi rektor adalah Bpk,Musliar Kasim.
Meski uda Sonny memposting sjak oktober 2006. Tapi ketika orang2 men-search tentang Genta,,tetap akan keluar tulisan UDA sonny yang dari segi tutur bahasanya sangat bagus ini. dan sampai kapan pun tulisan ini akan di baca org melalui google dan penelusuran langsung. Maka menurut saya akan lebih Bijak rasanya jika mas Sonny MENGKLARIFIKASI TULISAN TEBTABG KIAMAT UNAND ini…tidak ada salahnya meminta maaf kalau Uda sonny adalah seorang minang yang memang sedang melakukan silaf.
Atau solusi konkretnya hapus saja tuliasan yang melukai hati KAMI keluarga besar UKPM GENTA ANDALAS INI.
Uda sonny yang terhormat, pertimbangkanlah usul saya ini. Oya jangan dikritik pula EYD saya dalam comment ini,,,karena saya bisa silaf juga!
terima kasih.
kenapa belum di respons Uda Sonny,,,
cepatlah berbuat,,kami di keluarga besar ini telah kepalang MALU gara-gara ANDA.