Kuburan atau Pasar sih ?
November 28, 2006 by rebornsonny
Pindah dari jurusan Akuntansi ke Manajemen memang ada resikonya. Ada sedikit mata kuliah yang gak ada di Akt tapi ada di Mnj yang harus saya ikuti. Diantaranya Bisnis Internasional, Mata Kuliah Wajib Jurusan di semester V. Setiap minggunya, sebuah kelompok yang terdiri dari 4 - 5 orang mempresentasikan sebuah topik yang diambil dari bab yang ada di buku teks. Enak ya dosennya. Tinggal duduk, cuap-cuap dikit ngasih koment, trus bubar.
Buku teksnya berbahasa Inggris. IB-nya Hills, 3/e. Seperti biasa, yang baca
paling yang mo presentasi aja. Maklum buku teksnya bisa dihitung dengan jari di
Management Reading Room. Itupun cuman boleh dibaca di tempat atau dikopi dengan
tarif premium, 25% dari tarif fotokopi standar. Dan apa yang disebut presentasi
tak lebih dari sekedar membacakan terjemahan buku teks. Mirip gaya Soeharto
pidato. Hampir tidak ada kontak mata dengan audience.
Kecuali waktu giliran kelompok gw 2 minggu yang lalu. Meski para junior yg jadi
partner gw di kelompok ini cuman
satu yang lumayan artikulatif, gw berusaha menyiasati kekurangan ini. Caranya, gw buka sessi
presentasi dengan menyampaikan hal menarik dari bab "Foreign Direct Investment"
biar orang-orang pada "terlibat." *Tips-nya nemu di Quantum Teaching.*
Dan berhasil ! Kira-kira ada 11 penanya dengan
hampir 20 pertanyaan. Tidak ada yang namanya diam membisu di tengah sessi. Setiap
pertanyaan gw distribusikan ke teman-teman kelompok. Kalo ada yang kurang atau
susah jawabnya, baru giliran gw. Meski gw satu-satunya angkatan tertua di kelas
ini, rupanya gak bikin mereka segan bertanya. Mungkin karena artikulasi gw
kelewat keren dibanding dosen sebenarnya, jadi berasa kuliah beneran :) Lagian, persiapannya gak
tanggung-tanggung. Seminggu sebelum presentasi, udah gw umumkan di depan kelas
bhw handoutnya udah bisa didapat di
fotokopi depan Plaza Ekonomi. Setidaknya biar mereka ngerti arah topik ini.
Bagi gw, yang namanya presentasi, sama halnya dengan mempersiapkan teaching
practice waktu sekolah dulu. Lagian cuman 1 x 1 mata kuliah x 1 semester. Gak
berat kok. Gw harus nguasain bahan. Memperkaya bahan dengan beberapa
contoh kasus atau ilustrasi yang saat ini dapat dengan mudah ditemukan dengan
googling atau
wikipedia. That simple ! Lebih
berat teaching practice. Kita-kita musti mendatangi ruangan kelas yang mo dijadiin
tempat praktik dengan mengajak beberapa teman yang ngasih kritik dan saran
dengan imbalan traktiran. Merasakan suasana kelas, menyampaikan semua materi
seolah-olah sedang berhadapan dengan para murid beneran. Bergaya, mondar mandir
kayak model atau setrikaan
Meski udah hampir setahun mengajar para junior di Kelas Sore,
tetap aja "ritual" ini penting. Presentasi dan mengajar itu ada seninya.
"Practice make perfect," kata iklannya Toyota F1.

Sessi membosankan
Presentasi kali ini ngebahas "Global Investment Strategy: Entry Mode & Strategic
Alliance". Udah tuh kelompok ngambil In Focus rusak dari Biro dan otomatis gak ada
visualisasi PowerPoint, kopian makalah apalagi handout gak didistribusikan,
presentasinya seperti biasa, kelewat datar. Dan gw seperti biasa, milih mojok
dengan kepala sesekali tiarap. Tadi malam telat tidur. Pun seperti biasa, tidak
niat aktif berdiskusi. Ketika Minggu I sempat bertanya, sekedar untuk
bilang ke semua orang : "hey, I’m exist !" *Dulu waktu kuliah Pancasila di tahun I, gw bilang : "hey, gw gak percaya Pancasila." Binatang apa tuh. Dan itu yang malah bikin gw dapet nilai A :)*
Dan seperti biasa, nggak gw kalo gak
nanya agak aneh. It’s my differentiation, brand image, and positioning. Waktu itu bahasannya tentang teori Max Weber soal "Protestant Ethic" dan tahap
pertumbuhan kapitalisme. Itu textbook-nya Hills bagus banget, tapi kok jadi melenceng
di tangan panel presenter. Lebih tepatnya gw menyanggah bukan bertanya kali ini.
Gw hanya bicara seperlunya saja, tidak berpanjang-panjang dan memilih
menerima begitu saja jawaban mereka. Ruangan kelas ini kelewat "sempit" untuk
menerima "radikalisme" gw, meski yang hadir ada 60-an orang. Lagian gw berempati
dengan ketidakmengertian mereka soal Etik Protestan meski itu terkait dengan
sejarah dunia bisnis. Toh ini lebih ke sosiologi ketimbang bisnis. Meski di
tahun I, mereka dapet kuliah Sosiologi Ekonomi dan ketemu Teori Weber juga.
Tapi kali ini, bahasannya bisnis banget. Di semester III (Marketing Mng) dan
semester V (Mnj Strategi), soal entry mode dan strategi alliance ini juga
dibahas. Setelah beberapa saat tidak ada yang tertarik bertanya, demi membunuh
kebisuan yang memualkan ini (dan keramaian pasar saat presentasi), gw bertanya.
Pertama, tolong dong kasih contoh perusahaan terkait Strategic Alliance ? Kedua,
bisa nggak 2 perusahaan saling bersaing di suatu pasar dan melakukan strategic
alliance di pasar lain ? Kali ini gw menggunakan bahasa sesantun dan seringan
mungkin.
Pertanyaan pertama yang kelewat sederhana dijawab dengan paparan definisi lagi.
*perasaan gak nanya definisi tuh. Lagian apa pentingnya definisi kalo ngasih contoh gak bisa*. Trus dia bilang di buku gak ada contoh. *kaaagak
mungkiiiiin* dan berhenti dengan contoh strategic alliance antara HewlettPackard
dan Compaq yang katanya dia baca di majalah sebelum masuk kuliah tadi. Kontan gw
sanggah. HP dan Compaq gak strategic alliance kok, mereka merger. Contohnya gak
relevan gw bilang. Pertanyaan kedua dilempar lagi ke audience.
Karena gak ada yang jawab, si dosen turun tangan membereskan keadaan. Trus dia
bilang gwnya yang salah. Udah jelas-jelas jawabannya relevan ngasih contoh soal
strategic alliance. *aduh si dosen gak tau perkara HP + Compaq = HP*. Trus soal
kedua si dosen jawab dengan retoris: "Bisa aja sih di satu pasar mereka bersaing
trus di pasar lain bikin strategic alliance, tapi apa ada yang mau begitu."
*Jawaban bodoh modeON !"
Sebegitu memualkannya jawaban si dosen, kagak nahaaaan. Akhirnya gw keluarkan
artikulasi cadangan gw. Ibarat pasukan, ini bukan pasukan regular yang keluar,
juga bukan pasukan pamungkas / kopassus. Ini pasukan kostrad yang bicara.

Kata SLANK : Kalo berani SATU - SATU ! *ini di Ing, biasa tuh*
Dengan sopan gw ngomong ke kelompok penyaji : "Kalo anda baca majalah lama, HP
dan Compaq emang 2 perusahaan yang berbeda. Tapi kalo anda baca majalah baru,
nama Compaq udah gak ada lagi. Semua lini bisnis Compaq masuk ke HP."
Trus paragraf paling keren : "Kalau anda belajar Manajemen Strategis, merger
atau lebih tepatnya akuisisi HP - Compaq ini adalah kasus yang sangat sangat
menarik untuk dibahas. Sangat menarik untuk mengikuti kronologi merger dua
perusahaan raksasa yang banyak orang pesimis tapi nyatanya melahirkan raksasa
yang lebih tangguh. Hampir tidak ada buku-buku Manajemen Strategis yang lupa
membahasnya." *hiperbolik modeON*
Trus menjawab pertanyaan sendiri *akhirnya*: "Saya hanya ingin merangsang kita
semua untuk tidak terpaku dengan buku teks. Kita kuliah di Ekonomi, bicara
tentang dunia real. Kenapa sampai pada nyari contoh kita bingung. Gak usah
jauh-jauh. Anda tahu Toyota dan Daihatsu kan ? Di Indonesia, mereka melakukan
strategic alliance di tahap R&D yang menghasilkan 2 mobil kelas small SUV yang
hampir identik. Anda pasti tahu ?" Tambahan : "Anda tahu DVD kan ? Ada 2
strategic alliance besar antar perusahaan-perusahaan elektronik dunia untuk
menghasilkan format DVD. Saya tidak tahu siapa yang akan memenangkan pertarungan
ini. Yang jelas sekarang kita mengenal 2 format DVD : DVD- dan DVD+."
Tambahan yang gak jadi terucap karena takut semua pada mampus beneran : "Anda
tahu gak bahwa ponsel bagus apapun yang anda punya saat ini berSistem Operasi
Symbian. Symbian Incorporation yang bikin SymbianOS itu 60an% sahamnya dimiliki
Nokia, sisanya perusahaan-perusahaan ponsel pesaingnya. Coba pikirkan kenapa
mau-maunya di satu sisi bersaing, eh di sisi lain kerjasama."
Jadi radikal sekaligus santun itu emang susah ya…
Kira-kira cukup sopan gak jawaban gw ?
Gw gak tau gimana mimik si dosen denger jawaban panjang ini. Soalnya si dosen
duduk ngarah ke depan, gak ke audience. Yang jelas si dosen respek banget ama
presentasi kelompok gw dulu. Sampe2 abis kuliah sempat2nya nanya dg pasang tampang heran: "Sonny, kok kamu belum tamat juga ?" Dan dengan sekenanya gw jawab : "Malesy, buk
" *Duh si dosen gak tau betapa gak bahagianya gw tinggal di Padang 6 th terakhir ini, ihikks. Pokoknya kalo tamat gw mo cauuuu sejauh-jauhnya*
Berhubung hari ini 2 kelompok yang presentasi, kelas pun bubar. Cara yang spektakuler
sekaligus baik untuk menutup suatu perkuliahan. Bikin banyak orang
terkejut-kejut. Ayo liat dunia sekelilingmu dengan kacamata orang bisnis… ! yukyaaakYuuuk.. [ ]
+ posting ini gw dedikasikan u/ teman2 kelasIng 2000 yang jadi dosen : Suhernita yg lagi S2 di Wollongong, Venny yg lagi siap2 ke Monash *Ven, jadi
dosen tu gak lebih rendah dari jadi wanita karir, malah lebih bagus* dan Desi *ayo yani, kejar >>S+V*. Juga buat Akt2000 yang jadi dosen : Fauzan, Desi
(Poltek Caltex), dll dimana aja. Juga buat 4 senior Ing yang jadi dosen di Mnj+Akt. >> Plz dech, bikin UNAND ini dan kampus lain jadi
beda karena ada kalian. Seolah-olah gak ada kalian gak rame gitu. Kalian tuh
konduktor buat orkestra kelas. Jangan bikin kayak kuburan atau pasar. "Be
familiar w/ your students. Kalo bisa inget nama mereka satu-satu. Dulu, Son
punya guru yang bisa inget 1000an nama murid. Seneng kalo ngobrol ama beliau.
Plz cintai profesi kalian yang mulia itu
++ Juga didedikasikan buat teman2 kelasIng2000 (Angkatan III) : waaaah, gak ada
kalian, gak rame Unand. Meski kita cuman 20an orang, tapi kita exist. YaGitu
Ergo Sum
Gak ada yang diam seribu bahasa kalo lagi kuliah. Aktif semua, beda
ama kelas reguler. Presentasi kita okeh semua. Mulai dari Debi dengan suara
cemprengnya, Ming dengan suara kanak-kanaknya, dan Siska dengan suara lembutnya.
*hai ika..* Ada 2 dosen yang pernah kita "dikte" dan semua asisten dosen pernah
kita dikte
Apa karena tampang kita syerem-syerem… atau…. kita kelewat
coooool
Thanks to mantan PakDe, Prof. Syafrizal for our existence. Sayangnya,
junior2 di kelasIng, kok jadi pendiam sekarang ya ?