teman
November 29, 2006 by rebornsonny
Ah.. kau berkelebat lagi dalam hidupku,
Datang begitu saja ke warnet ini. Kau masih seperti yang dulu, setia dengan asketisme-mu : celana kasual dan kemeja dan aku mulai tertarik dengan estetika pop : jeans, topi pet dan gelang-gelang. Sebenarnya tak istimewa melihatmu karena kita masih di kampus yang sama. Sering melihatmu di masjid kampus. Tapi segan mendekatimu, aku belum tamat juga dan kau, kini dosen tercanggih di Sastra Inggris. Mendatangimu berarti menyeretku ke duniamu, maksudku, duniaku juga yang sekarang aku simpan baik-baik dalam laci seperti menyimpan sebuah peta harta karun.
Bila kutamat akan kubuka laci itu, kubaca lagi baik-baik peta itu dan berharap itu akan menujumu. Ah, aku rindu bicara awan, hujan dan pelangi. Atau bicara tentang yang kaya dan papa. Atau bicara tentang cita-citamu, dan.. maukah kau dengar cita-citaku ? Ya.. cita-citaku, mungkin hanya kau yang mengerti naifku.
Bicara apapun denganmu pasti akan selalu menarik. Bahkan bila hanya kau yang bicara, aku akan setia mendengarmu. Sejam ? Dua jam ? Empat jam ? Atau semalaman kita bicara tentang esok ? Bahkan bila hanya secangkir kopi yang kita hidang, takkan sempat kusentuh setetes pun. Aku tidak yakin esoknya kita bisa ketemu lagi.
Mendengarmu berarti menyerap puluhan atau mungkin ratusan buku yang kau baca. Nama-nama itu akan berbaris lancar dari mulutmu. Qardhawi, Hassan Albanna,Fatih Yakn, Sayyid Qutb, Kuntowijoyo, Kang Jalal, Azyumardi, Derrida, Illich,Freud, Descartes, Sartre, Habermas, Heidegger.
Atau bicara yang indah saja : Rumi, Rabi’ah, Fansuri, Nursi. Sedikit kita selipkan puisi dan bunga-bunga. Sudah lama aku berpikir tentang cinta. Apa yang kau mengerti dari cinta ? Dari sudut mana kau memandang : sosio ? antro ? semiotik? semantik ? filo ? psiko ? komunikasi ? atau kau ingin politisasi itu cinta ? Oh ya… aku lupa memberitahumu, sudah lama aku berhenti bicara politik. Mari kita lewatkan saja.
Aha… kita bicara yang konyol saja. Berpikir seolah-olah kita arkeolog, menjejak setiap jengkal bumi ini mencari artifak cinta. Lalu kita tertawakan kebodohankebodohan para filsuf, kesokseriusan atau kestiilyakinan mereka. Berimajinasi tentang apa jadinya Rumi ketemu Sartre, Derrida ketemu Kunto…
Ah.. aku ingin kau jadi mentorku. Setidaknya ajari aku menulis sebaris duabaris. Sejak lama. Sayang kita tak hidup di ruang hampa. Jarak dan waktu pisahkan kita. Aku sibuk dengan duniaku, kesulitan-kesulitanku dan kau setia dengan peta itu. Bisa saja aku memilih jalur termudah di Ekonomi ini dan aku punya banyak waktu disampingmu. Tapi .. kau pasti mengerti, itu tidak akan puaskan ingintahuku pada kapitalisme.
Aku ingin memanggilmu dengan nama saja, tanpa "bang" ketika orang lain sudah panggilmu "pak". Apalah arti tanda dan penanda buat kita. Tapi bisakah kita tembus keharusan-keharusan sosial itu. Hei.. mari kita definisikan ulang segalanya. Setidaknya definisi itu kita gunakan berdua saja.
Kau dan aku mungkin suatu kesalahan. Kita salah berada di kota ini. Aku tidak mengerti kenapa orang-orang takjub padamu. Aku hanya merasa kau salah hadir disini. Aku bahkan masih belum mengerti kenapa anak-anak masjid kampus mengerumunimu padahal kau bukan kanan, apa mereka tahu pengetahuan kirimu dan aku meragukanmu berada di tengah. Dimanakah kau ?
Kau tiba-tiba berkelebat di warnet ini,
Sayang kau datang di waktu yang salah atau mungkin tempatnya yang salah. Aku tidak sempat membaca pikiran-pikiranmu lagi. Sejauh mana peta pikiranmu. Dan kau… apa yang kau pikirkan tentang perubahan-perubahan dalam diriku ? Tentang gelang-gelang di tangan kiriku ? Aku ingin kau bicara banyak tentang kita. Kau bacaku, aku bacamu. Kau orang yang paling ingin kudengar. Oh yaa.. aku punya friendster. Aku yakin kau tak punya. Kau terlalu asketis atau karena kau berkelebat di warnet hanya untuk lengkapi petamu ! Yah.. lupakan saja.. Aku hanya ingin kau baca blog ku. Lalu, aku ingin dengar pendapatmu. Tentang aku. Maukah kau definisikan aku ? Mendefinisikan sebuah kekacauan. Pasti akan menarik…
Kau pergi lagi,
Kapan kesini lagi ? Aku suka kau kesini. Atau mungkin lebih baik kita
ketemu lagi, saat laci itu boleh kubuka. Dan kita bicara tentang semuanya.
Atau kau bikin blog saja ? Senang punya teman sepertimu…
sama-samaaa
hehe, saya juga senang punya temen baru.
sonny, bantuin aku nyari blog berbahasa prancis yayayayayyayah?!
bolebolebolebolebolebolebole
apa yg nggak buat kamu, melinjo..