mata yang cerah
December 8, 2006 by rebornsonny
Pagi ini cerah sekali di PasarBaru. Aku sampai takjub pada kehijauan bukit-bukit yang menghampar itu. Padahal itu hanya pemandangan biasa dalam keseharianku. Aku bisa melihat dengan jelas gedung-gedung kampus di atas bukit itu. Asrama, rektorat, pustaka universitas bahkan gedung-gedung fakultas teknik ! Luar biasa !
Aku tak yakin bahwa pagi ini sebegitu cerahnya. Diam-diam aku percaya bahwa Tuhan telah mengganti mataku semalam, memberi mata yang baru tanpa sepengetahuanku, yang mampu menisbikan kabut-kabut pagi ini. Ah.. kelewat aneh perasaan ini. Ingin rasanya aku menanyakan pendapat orang lain tentang pagi ini. Apakah yang tampak dari mata mereka sama dengan mataku ? Tapi kuurungkan saja niatku bertanya. Aku takut jawaban mereka tak seperti yang kuharapkan. Karena aku berharap sangat Tuhan hanya cinta padaku seorang : memberi cerahnya pagi ini hanya untuk mataku, bukan mata mereka.
Ah Tuhan,
Apa sih yang ingin Kau bisikkan padaku ? Apakah Kau sedang ingin bercanda ? Apa Kau hanya ingin menyenangkan hatiku pagi ini, memberikan cerah pagi ini untukku seorang, lalu diam-diam tak lama lagi Kau mengutus "seseorang" yang akan membawaku berjalan di atas mega untuk "menemuiMu" ?
Tuhan,
Aku belum pingin mati nih.. Tidak seperti Kunto, aku belum pernah menolong seekor anak burung pun yang jatuh dari sarang induknya. Aku hanya pernah menerima induk-induk kucing tinggal di rumahku, lalu mereka hamil dan melahirkan kucing-kucing juga. Tapi lucu-lucu. Orang tuaku selalu menyuruhku membuang mereka. Tapi sayangku pada mereka membuatku sabar menahan titah mereka, menunggu sampai kucing-kucing lucu itu cukup besar untuk hidup di dunia yang kejam ini. Itu pun aku mencampakkannya di PasarRaya bersama induknya. Aku berharap Kau titipkan rezki untuk mereka di Pasar itu, sebagaimana Kau selipkan rezki di dompet-dompet jutaan orang di Pasar itu setiap harinya tanpa jeda.
Tuhan,
Terima kasih untuk hari yang baru ini,
Terima kasih untuk mata yang cerah ini,
Terima kasih untuk lontong yang enak pagi ini,
Terima kasih untuk operator cantik yang 1/4 jam lagi datang,
*ia selalu merajuk bila ku bilang aku ingin pulang ke rumah*
Tuhan,
Terima kasih untuk mencintaiku..